cash offer for my home,sell my property privately,realtor to sell my house,best realtor to sell my house,agent to sell my house,i want to sell my house,sell my home for cash,sell home for cash,sell my house online

Beranda » Blog » Siapa Penemu Fondasi Cakar Ayam? Ini Adalah Orangnya

Siapa Penemu Fondasi Cakar Ayam? Ini Adalah Orangnya

Dipublish pada 9 March 2024 | Dilihat sebanyak 73 kali | Kategori: Blog

Siapa Penemu Fondasi Cakar Ayam? Ini Adalah Orangnya

Siapa Penemu Fondasi Cakar Ayam? Ini Adalah OrangnyaFondasi cakar ayam merupakan salah satu fondasi yang sering digunakan pada bangunan. Fondasi ini kerap digunakan karena dianggap kokoh. Cakar ayam merupakan sebuah fondasi yang terbuat dari pelat baja kemudian ditanam dan mencengkeram dasar bangunan untuk memperkokoh dari beban bangunan.

Fondasi ini tidak hanya digunakan di Indonesia saja, tetapi juga di beberapa negara lainnya. Sebut saja Amerika, Jerman, Inggris, dan lainnya.

Lantas, siapa pencipta fondasi cakar ayam?

Ternyata, pencipta fondasi cakar ayam berasal dari Indonesia lho, yaitu Prof. Ir. Sedijatmo. Fondasi ini ditemukan oleh Prof. Ir. Sedijatmo pada 1962 ketika ia masih bekerja di Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Untuk diketahui, Prof. Ir. Sedijatmo lahir pada 1909 di Jawa Tengah. Ia merupakan salah satu tokoh sipil Indonesia. Dirinya mengenyam pendidikan di ITB pada 1930-1934 dan mulai bekerja di berbagai instansi pemerintah setelah lulus kuliah.

Baca Artikel yang Lain di Google News

Dalam buku berjudul Prof. Ir. Sedijatmo Karya dan Pengabdiannya yang ditulis oleh Mardasana Safwan dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional tahun 1984, disebutkan bahwa pada Mei 1962 Prof. Ir. Sedijatmo ditugaskan memimpin Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung Priok, yang bertanggung jawab atas pengaliran listrik dari sentral tersebut ke Gelora Senayan untuk keperluan Asian Games.

Pembangunan transmisi tersebut harus selesai pada Agustus 1962. Namun, yang jadi masalah adalah untuk memasang jaringan transmisi ini harus mendirikan tiang transmisi di Ancol yang tanahnya lunak atau lembek. Prof. Ir. Sedijatmo harus memutar otak agar proyek tersebut bisa selesai dalam waktu singkat.

Baca Juga ya

Mengapa Membeli Tanah Girik Bisa Menguntungkan Bagi Developer Properti?

Tips Pencahayaan untuk Setiap Ruangan di Rumah

Langkah Praktis Mengubah Rumah Ramah Lingkungan

BUMN Geber Penyediaan Rumah, Berikut Caranya

5 Alasan Rumah di Amerika Gunakan 2 Pintu Berbentuk Sama

Sertifikat Rumah Hilang? Ini Persyaratan dan Cara Mengurusnya Kembali

Cara Menjaga Kebersihan Rumah Biar Lebih Sehat

Strategi Pembiayaan Rumah Murah untuk Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

4 Tips Pilih Cat Dinding Anti Kusam dan Tahan Lama

Kunci Sukses dan Sikap yang Harus Dimiliki Pengembang Properti

Mengapa Membeli Tanah Girik Bisa Menguntungkan Bagi Developer Properti?

Langkah-langkah dan Solusi yang Efektif Mengatasi Kehilangan Akta Jual Beli (AJB) Tanah

Kunci Sukses dan Sikap yang Harus Dimiliki Pengembang Properti

Mengapa Membeli Tanah Girik Bisa Menguntungkan Bagi Developer Properti?

Meski pikirannya sedang kalut memikirkan proyek besarnya itu, ia masih sempat berpiknik dengan anak-anaknya ke daerah Cilincing, Jakarta Utara. Saat anak-anaknya sedang bermain di pantai, ia termenung memandangi pohon kelapa yang berdiri tegak di tanah yang lunak. Prof. Ir. Sedijatmo berpikir kenapa pohon kelapa yang berakar serabut bisa berdiri kokoh di tanah lunak walaupun diterpa angin kencang, seharusnya pohon kelapa berakar tunjang yang dinilai lebih kuat.

Sejurus kemudian, Prof. Ir. Sedijatmo menarik kesimpulan justru akar serabut sangat efisien karena dengan ‘mencakar’ tanah seluruhnya dan sekelilingnya, akar ini lebih kuat menahan berdirinya pohon dibandingkan akar tunjang yang mencapai lapisan tanah keras jauh di bawah permukaan. Kemudian, timbul pikiran Prof. Sedijatmo memasang tiang transmisi di Ancol identik dengan akar serabut. Sistem fondasi baru ini disebut ‘sistem cakar ayam’.

Sistem konstruksi ini terdiri dari pelat beton setebal 10 cm dan sejumlah pipa beton berdiameter 1 meter dan tinggi 2 meter. Setelah pipa beton ditanam tegak di dalam tanah, dibuatlah pelat beton di atasnya sedemikian rupa sehingga pelat dan pipa-pipa menjadi satu kesatuan. Di atas pelat inilah didirikan tiang transmisi yang berupa rangka-rangka besi itu.

Dengan sistem ini, Prof. Ir. Sedijatmo dapat menyelesaikan seluruh proyek sebelum batas waktu yang ditentukan. Bahkan, hak paten penemuannya ini telah didaftarkan ke luar negeri, seperti Amerika Serikat, Prancis, Italia, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Denmark, Brasil, dan lainnya.

Kesimpulan Siapa Penemu Fondasi Cakar Ayam? Ini Adalah Orangnya

Dilansir dari Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, fondasi cakar ayam memiliki beberapa kelebihan, contohnya seperti tidak memerlukan sistem drainase serta daya topang bangunan yang kuat (dapat mencapai 600 ton per kolom). Tak hanya pada bangunan, fondasi ini juga bisa digunakan pada pembangunan jalan.

Baca Artikel yang Lain di Google News

Bagikan informasi tentang Siapa Penemu Fondasi Cakar Ayam? Ini Adalah Orangnya kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

Jual Rumah Modern Siap Huni RA...

Rumah Dijual di Rumah Bogor
Rp 404.000.000
  • L.Tanah: 80 m2
  • L. Bangunan: 36 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 1

Jual Tower Space Office di Dut...

di Rumah bandung
Harga Hubungi Kami Nego

15 Tempat Makan Pilihan Paling...

di Rumah bandung
Harga Hubungi Kami Nego

Pergudangan Multiguna di BSD C...

di Rumah bandung
Harga Hubungi Kami Nego

Yuk Pasang Internet Wifi My Re...

di Rumah bandung
Harga Hubungi Kami Nego

Rumah Cluster Royal Tam Babela...

Rumah Dijual di Rumah Bekasi
Rp 580.000.000
  • L.Tanah: 72 m2
  • L. Bangunan: 36 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 1
SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!